Dalam hadits, Nabi
bersabda: “Sesungguhnya Allah hanya menyayangi hamba-hamba-Nya yang penyayang.” [HR. Al-Bukhari].
“Tidak ada balasan bagi kebaikan kecuali kebaikan (pula).” [QS. Ar-Rahman: 60].
Barang siapa menyayangi makhluk maka ia akan disayangi oleh Sang Khaliq. Nabi
bersabda: “Orang-orang yang penyayang akan di sayang oleh Ar-Rahman (Yang Maha Penyayang), maka sayangilah orang-orang yang ada di bumi niscaya Yang di langit akan menyayangimu.” [HR. At-Tirmidzi].
Ganjaran itu sesuai dengan amalan. Allah memperlakukan hamba-Nya sebagaimana hamba itu memperlakukan hamba-hamba Allah yang lain. Maka wahai hamba Allah, perlakukanlah (makhluk-makhluk Allah) sebagaimana engkau senang diperlakukan oleh Allah: “Dan jika kalian memaafkan, tidak memarahi dan mengampuni (mereka) maka sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [QS. At-Taghabun: 14]. “Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kalian tidak ingin Allah mengampuni kalian?” [QS. An-Nur: 22].
Gemarilah meringankan beban kesusahan orang lain supaya Allah meringankan beban kesusahanmu. Rasulullah
bersabda: “Barang siapa meringkan kesusahan seorang Muslim maka Allah akan meringkankan kesusahannya di antara kesusahan-kesusahan Hari Kiamat.” [HR. Al-Bukhari]. Beliau juga bersabda: “Barang siapa menyelamatkan seseorang yang dalam kesusahan maka Allah akan melepaskan kesusahannya di antara kesusahan-kesusahan pada Hari Kiamat .” [HR. Ahmad].
Tolonglah manusia dalam kebutuhan-kebutuhan mereka niscaya engkau akan menemukan pertolongan dari Allah. Nabi
bersabda: “Allah senantiasa membantu seorang hamba selama hamba itu membantu saudaranya.” Beliau juga bersabda: “Barang siapa membantu kepreluan saudaranya maka Allah akan membantu keperluannya.” [HR. Muslim].
Berilah kemudahan bagi orang yang mendapat kesulitan niscaya Allah akan memudahkan urusanmu. Nabi
bersabda: “Barang siapa memudahkan urusan orang yang mendapat kesulitan maka Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan Akhirat.” [HR. Muslim]. Nabi
juga bersabda: “Dahulu, di antara orang-orang sebelum kalian, ada seorang pedagang, apabila ia melihat seorang yang kesulitan (belum bisa membayar hutang), ia berkata kepada pembantunya: ‘Maafkan saja dia, semoga Allah memaafkan kita.’ Maka Allah pun memaafkannya.” [HR. Al-Bukhari].
Bersikap lembutlah kepada hamba-hamba Allah niscaya engkau akan termasuk ke dalam doa Nabi
: “Ya Allah, siapa yang penyantun terhadap umatku maka santunilah ia, dan barang siapa mempersulit umatku maka persulitlah urusannya.” [HR. Ahmad]. Nabi
juga bersabda: “Sesungguhnya Allah itu penyantun dan menyukai kesantunan. Dia memberi atas kesantunan sesuatu yang tak diberikannya dengan kekerasan.” [HR. Muslim]. Beliau juga bersabda: “Barang siapa terhalang dari sikap santun maka ia terhalangi dari kebaikan.” [HR. Muslim].
Tutupilah aib orang lain niscaya Allah akan menutupi aibmu. Nabi
bersabda: “Barang siapa menutupi aib seorang Muslim maka Allah menutupi aibnya di dunia dan Akhirat.” [HR. Muslim]. Beliau juga bersabda: “Barang siapa menutupi cela saudara Muslimnya maka Allah akan menutupi celanya pada Hari Kiamat.” [HR. Ibnu Majah].
Maafkanlah kesalahan saudaramu supaya Allah memaafkan kesalahanmu. Nabi
bersabda: “Barang siapa memaafkan kesalahan seorang Muslim maka Allah akan memaafkan kesalahannya pada Hari Kiamat.” [HR. Abu Dawud].
Berilah kaum Muslimin makanan, niscaya Allah akan memberimu makan. Nabi
bersabda: “Siapapun Mukmin yang memberi makan seorang Mukmin yang lapar, Allah akan memberinya makan dari buah-buahan Surga.” [HR. At-Tirmidzi].
Berilah minum kaum Muslimin, niscaya Allah akan memberimu minum. Nabi
bersabda: “Siapapun Mukmin yang memberi orang Mukmin yang haus minuman, Allah akan memberinya minum dari rahiq makhtum (khamar murni Surga).” [HR. At-Tirmidzi].
Berilah kaum Muslimin pakaian niscaya Allah akan memberimu pakaian. Nabi
bersabda: “Siapapun Mukmin yang memberi pakaian kepada orang Mukmin yang tidak memiliki pakaian, Allah akan memberinya pakaian dari sutra-sutra hijau Surga.” [HR. At-Tirmidzi].
Jadi, sebagaimana engkau memperlakukan hamba Allah, demikianlah Allah memperlakukanmu. Maka pilihlah untuk dirimu kondisi yang engkau inginkan Allah memperlakukanmu dengan cara itu. Perlakukanlah hamba-Nya dengan hal itu niscaya engkau akan mendapatkan ganjarannya.
Janganlah engkau menganiaya manusia sehingga Allah menganiaya dirimu. Nabi
bersabda: “Sesungguhnya Allah akan menyiksa orang-orang yang menyiksa manusia di dunia.” [HR. Muslim]. Allah berfirman (yang artinya): “Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kalian dari Fir'aun dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepada kalian siksaan yang seberat-beratnya...” [QS. Al-Baqarah: 49]. Dan Allah berfirman pula (yang artinya): “Dan pada Hari terjadinya Kiamat, (dikatakan kepada para Malaikat): ‘Masukkanlah Fir`aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.’” [QS. Gafir: 46].
Janganlah engkau menyulitkan urusan hamba Allah sehingga engkau terkena doa Nabi
: “Ya Allah, barang siapa memegang urusan umatku sedikitpun lalu ia menyusahkan mereka maka susahkanlah urusannya, dan barang siapa memegang urusan umatku sedikitpun lalu ia santun dan mempermudah urusan mereka maka santuni dan permudahlah urusannya.” [HR. Muslim].
Janganlah engkau menyakiti kaum Muslimin dengan mencari-cari aib-aib mereka. Karena Nabi
bersabda: “Barang siapa mencari-cari aib saudara Muslimnya maka Allah akan menelusuri aib-aibnya lalu menyingkapnya walau ia sedang berada di dalam rumahnya sendiri.” [HR. At-Tirmidzi]. Beliau juga bersabda: “Barang siapa menyingkap cela saudara Muslimnya maka Allah akan menyingkap celanya, bahkan menyingkapnya di dalam rumahnya sendiri.” [HR. Ibnu Majah].
Jangan halangi kasih-sayangmu terhadap manusia, karena Nabi
bersabda: “Barang siapa tidak menyayangi manusia maka Allah—`Azza wajalla—tidak menyayanginya.” [HR. Muslim]. Beliau juga bersabda: “Kasih sayang itu tidak dicabut kecuali dari (hati) seorang yang celaka.” [HR. At-Tirmidzi].
Maka bagaimanapun engkau memperlakukan hamba-hamba Allah, demikianlah engkau akan mendapat balasannya dengan sepenuhnya di sisi Allah.
Ibnul Qayyim
berkata: “Sesungguhnya Allah Maha Pemurah dan mencintai hamba-hamba-Nya yang pemurah, Dia Maha mengetahui dan mencintai para ulama, Dia Mahakuasa dan mencintai para pemberani, Dia Mahaindah dan mencintai keindahan. Dialah Allah yang Maha Penyayang dan mencintai hamba-hamba-Nya yang penyayang, dan hanya akan menyayangi hamba-Nya yang penyayang. Dia Maha menutupi aib dan menyukai menutupi aib hamba-Nya. Dia Maha Pemaaf dan menyukai memaafkan mereka, Dia Maha Pengampun dan menyukai mengampuni mereka. Dia Mahalembut dan menyukai hamba-hamba-Nya yang lembut. Dia tidak menyukai orang kasar, kejam, keras hati, pemarah dan suka berteriak-teriak. Dia Mahasantun menyukai kesantunan, Dia Maha Penyabar dan menyukai kesabaran. Dia Mahabaik dan menyukai kebaikan. Siapa yang berbuat baik kepada manusia Dia akan berbuat baik kepadanya, siapa yang murah hati kepada mereka Allah akan pemurah kepadanya, siapa yang memberi manfaat kepada mereka Allah akan memberi manfaat kepadanya, siapa yang menutupi aib mereka Allah akan menutupi aibnya, siapa yang lapang dada kepada mereka Allah akan memaafkannya. Siapa yang mencari aib-aib mereka Allah akan mencari aibnya, lalu membuka dan menyingkapnya, siapa yang pelit kepada mereka Allah akan menahan kebaikan-Nya kepadanya, barang siapa yang mempersulit maka Allah akan mempersulit, siapa yang berbuat makar maka Allah akan berbuat makar terhadapnya, siapa yang menipu maka Allah akan menipunya, siapa yang memperlakukan hamba dengan suatu sifat maka Allah akan memperlakukannya dengan sifat itu juga di dunia maupun Akhirat. Maka, Allah ia akan meperlakukan hamba-Nya sebagaimana hamba itu memperlakukan makhluk-Nya. sebagaimana engkau menuntut demikianlah engkau dituntut. Maka berbuatlah sekehendakmu karena Allah akan memperlakukanmu seperti engkau memperlakukan-Nya dan memperlakukan hamba-Nya.”
Maka antusiaslah—semoga Allah memberimu taufik—untuk memberi manfaat kepada hamba Allah, dalam rangka melaksanakan sabda Rasulullah
: “Barang siapa di antara kalian yang bisa memberi manfaat bagi saudaranya maka lakukanlah.” [HR. Muslim].
Berbuat baiklah kepada mereka karena Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik. Jadilah seorang yang lemah lembut dan mudah bagi mereka, karena Rasulullah
bersabda: “Diharamkan atas Neraka setiap orang yang rendah hati, lemah lembut, mudah dan dekat kepada manusia.” [HR. Ahmad].


Artikel

