Islam Web

Artikel

  1. Home
  2. Artikel
  3. MENSUCIKAN JIWA

80 Artikel

  • Hati yang Keras

    Dikala rasa kepedulian kepada penderitaan dan kebutuhan orang lain punah dari jiwa seseorang, dan dikala rasa kasih mulai hilang dari hatinya, maka hatinya akan diisi oleh kekerasan. Ia akan berubah seperti batu yang tidak akan mengalirkan kebaikan apa pun, bahkan bisa jadi lebih keras lagi dari batu, karena di antara batu-batu yang keras pun masih.. Selengkapnya

  • Waswasah Adalah Senjata Syetan

    Adalah sebuah realita yang tidak bisa dipungkiri, bahwa permusuhan antara manusia dengan Syetan adalah sebuah permusuhan klasik. Permusuhan itu dimulai sejak Allah—Subhânahu wata`âlâ—memerintahkan para Malaikat bersujud kepada Adam—`Alaihis salâm, tapi Iblis enggan melaksanakannya dan bersikap angkuh. Ia justru.. Selengkapnya

  • Wahn: Penyakit Individu dan Umat

    Allah—Subhânahu wa Ta`âlâ—menceritakan kepada kita melalui ayat-ayat-Nya tentang pengikut setia para Rasul yang turut berjihad dengan mereka. Terkadang mereka berhasil memukul musuh, dan terkadang mereka harus menahan derita luka. Namun hal itu tidak menjadikan mereka lemah dalam berjuang di jalan Allah. Mereka tetap semangat.. Selengkapnya

  • Tangisan; Pencuci Kotoran Hati

    Adalah sebuah kenyataan yang tidak dapat dipungkiri, bahwa tangisan karena takut kepada Allah—Subhânahu wata`âlâ—dapat melembutkan hati dan menghapus kotoran yang ada di dalamnya. Yazîd ibnu Maisarah—semoga Allah merahmatinya—mengungkapkan, "Menangis disebabkan oleh tujuh hal: karena bahagia, karena.. Selengkapnya

  • Penyakit `Ujub

    Ketahuilah, bahwa 'Ujub adalah sebuah sikap yang dicela di dalam Al-Quran dan Sunnah Rasulullah—Shallallâhu `alaihi wasallam. Allah—Subhânahu wa Ta`âlâ—berfirman (yang artinya): · "Dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu ketika kalian menjadi congkak (`ujub) karena banyaknya jumlah kalian, lalu.. Selengkapnya

  • Mengumbar Pandangan

    Oleh: Syaikh Ahmad Farid Mengumbar pandangan berarti melihat sesuatu dengan sepenuh mata, dan melihat apa yang tidak diperbolehkan. Ia adalah lawan dari kata menahan pandangan (ghaddul bashar). Allah—Subhânahu wa Ta`âlâ—menyuruh kita untuk menahan pandangan dalam firman-Nya (yang artinya): "Katakanlah kepada laki-laki.. Selengkapnya

  • Kelemahan dan Ketidakberdayaan

    Seorang muslim dituntut untuk melakukan berbagai hal yang dapat membuatnya kuat dan menjauhi kelemahan dan ketidakberdayaan. Nabi—Shallallâhu `alaihi wasallam—telah menjelaskan bahwa orang mukmin yang kuat lebih dicintai dan lebih baik di sisi Allah—Subhânahu wata`âlâ—dibandingkan orang mukmin yang lemah... Selengkapnya

  • Safâhah (Kebodohan)

    Definisi Safâhah (Kebodohan) Safâhah (kebodohan) adalah lawan dari kata hilm (berakal). Ia adalah sifat cepat marah dan murka karena perkara kecil, dan cepat melakukan kekerasan dan mencela dengan keji ketika menghukum. Tidak diragukan lagi bahwa perilaku cepat emosi seperti itu penyebabnya adalah kurangnya akal. Kebodohan bisa terjadi.. Selengkapnya

  • Sifat Asy-Syuhh

    Makna Asy-Syuhh: Asy-Syuhh adalah sifat bakhil yang disertai rakus. Ibnu Rajab—Semoga Allah meridhainya—mendefinisikan sifat ini dengan: "Keinginan yang kuat untuk memperoleh apa yang diharamkan Allah dan pelit memberikannya kepada orang lain, serta rasa tidak puas dengan harta benda dan segala hal yang telah dihalalkan oleh Allah." Pe.. Selengkapnya

  • Dungu; Penyakit yang Tiada Obatnya

    Sungguh, di antara penyakit paling kronis yang menimpa manusia di atas dunia ini adalah penyakit dungu. Dungu, seluruhnya adalah keburukan. Orang dungu adalah musuh bagi dirinya sendiri, karena penyakit ini menyebabkan kerugian besar bagi dirinya. Orang yang dungu adalah orang yang memiliki akal dan ide yang lemah, tidak cakap melakukan apa pun. Kedunguan.. Selengkapnya

  • Dendam; Penyakit yang Tersembunyi

    Dendam tidak ubahnya laksana beban berat yang melelahkan pemikulnya. Karena dengan memelihara dendam, seseorang berarti menyengsarakan dirinya sendiri, merusak pikirannya sendiri, menggelisahkan hatinya sendiri, serta memperbanyak masalah dan kesusahan dirinya sendiri. Herannya, manusia yang bodoh dan pandir masih saja mau memikul beban buruk ini sampai.. Selengkapnya

  • Kata-kata Kotor; Pangkal Keburukan dan Maksiat

    Tidak diragukan lagi bahwa orang yang berjiwa mulia tidak akan mudah mengucapkan kata-kata kotor, agar ia tidak mendapatkan murka Allah dan pandangan remeh dari orang lain. Tidak diragukan pula bahwa bermulut kotor merupakan sifat yang tercela dan terlarang. Kata-kata kotor juga memiliki ragam yang banyak. Motif Berkata Kotor Sumber kata-kata kotor.. Selengkapnya

  • Bakhil; Sumber Segala Kekurangan

    Sifat bakhil (pelit) merupakan tanda kurangnya akal dan buruknya pengaturan diri seseorang. Sifat ini juga menjadi sumber dari begitu banyak karakter buruk, serta menjerumuskan seseorang kepada akhlak yang tercela. Bakhil tidak dapat bersatu dengan keimanan. Bahkan ia dapat mencelakakan manusia dan menghancurkan akhlak. Tidak hanya itu, sifat bakhil.. Selengkapnya

  • Mencari Pembenaran adalah Senjata Orang Lemah

    Siapakah di antara kita yang tidak pernah berbuat salah? Siapakah di antara kita yang mengaku ma'shûm (terlindung dari kesalahan)? Sesungguhnya berbuat kesalahan adalah sesuatu yang dimaklumi dari diri anak Adam. Dan ia pada dasarnya bukanlah sebuah cacat (aib), sebagaimana sabda Nabi—Shallallâhu `alaihi wasallam, "Seluruh anak.. Selengkapnya

  • Sibuk dengan Aib Orang Lain

    Kalaulah seseorang mau melihat berbagai aib (kekurangan) dirinya niscaya ia tidak lagi akan sibuk mengurus aib orang lain, karena setiap orang dituntut untuk memperbaiki dirinya terlebih dahulu, dan ia akan ditanya tentang dirinya terlebih dahulu sebelum tentang orang lain. Allah—Subhânahu wata`âlâ—berfirman (yang artinya): &mid.. Selengkapnya